February 26, 2016

Langit Malam

Terkadang dalam beberapa kali kesempatan aku mencoba membuka suara
kiranya angin menghembuskan kata hatiku
Jauh membumbung tinggi ke angkasa.

Beku tak berkutik hanya mampu
menulis dan melukismu
di udara menghadap
Rembulan
yang tak pernah bisa bulat penuh
Tiap harinya.

Layarku akan tetap terus berkembang membawaku
Entah makin jauh darimu atau hanya seperti ini,
dekat.. Meski bayangku tak ada difigura mata cokelatmu.

Setiap waktu saat aku melihatmu, lalu berputar kepalaku.

Ribuan bintang selalu berlomba bersinar bersahutan di langit malam,
namun akan tetap terasa berbeda gemerlapnya

Ketika...

Sorot fokusku selalu jatuh pada bintang yang sama.

(Maka) bertanyalah lagi pertanyaan itu,
"Aku merindu. Mungkinkah semua penyamaran benteng ini tertangkap inderamu?"

Biarkan aku jadi kejora di matamu.




February 26, 2016
Yogyakarta.

No comments:

Post a Comment